Oleh: noven2005 | Mei 29, 2008

WASPADAI ANAK BOSAN SEKOLAH…!

salah satu bentuk protesAnak sebagaimana manusia biasa juga akan mengalami kebosanan. Cuma kadangkala mereka ada yang tidak bisa atau takut untuk mengungkapkan rasa bosannya. Jika bosan pada sesuatu biasanya mereka akan melakukan pembrontakan sebagai protes mereka. Nah dengan kondisi sekolah berserta kurikulum yang ada serta hasrat orang tua yang pingin anaknya rajin ke sekolah akan rawan menimbulkan rasa bosa bersekolah pada anak. Jika rasa bosan itu berkepanjangan maka akan menimbulkan perilaku yang menyimpang dari anak, seperti suka bolos, tidak mau belajar, bahkan ada yang melarikan diri dari sekolah. Hal itu terjadi karena dalam presepsi mereka sekolah ada “penjara” intelektual, akibatnya mereka cenderung untuk menghindari. Tetapi karena sekolah sudah dianggap sebagai suatu kewajiban maka mereka bersekolah dengan rasa terpaksa, akibatnya selama di sekolah dia banyak melakukan kelakukan menyimpang seperti suka jahil, tidak mau kerjakan PR, terlibat narkoba, dll. Jadi kita sebagai orang tua harus mewaspadai gejala bosan sekolah pada anak kita. Jika kita bisa mendeteksi sejak dini gejala ini maka kita bisa membantu mereka untuk mengatasi rasa bosan mereka yaitu dengan memberikan motivasi, dan penyegaran pikiran dengan melakukan rekreasi yang bersifat mendidik.

Rasa bosan sekolah ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu sekolah dan orang tua. Faktor sekolah biasanya menjadi penyebab rasa bosan sekolah karena kurikulum yang padat, metode penyampaian yang tidak kreatif, serta sosok guru yang lebih menjadi penguasa dan pengevaluasi daripada menjadi pembimbing dan motivator. Parahnya lagi kadangkala suasana sekolah dan belajar yang tidak sesuai dengan tahapan belajar usia mereka. Sebenarnya untuk sekolah TK sampai dengan SMP metode belajar yang tepat adalah belajar sambil bermain, karena masa usia TK sampai SMP adalah masa-masa bermain buat anak-anak. Celakanya sekolah TK, SD, dan SMP saat ini banyak memberikan beban yang berlebihan, bahkan kesibukan siswa SD hampir sama dengan mereka yang kuliah, banyaknya pekerjaan rumah dan kurikkulum serta metode belajar yang padat menjadikan anak cepat bosan belajar dan belajar menjadi beban dalam hidup mereka. Seharusnya masa TK sampai SMP adalah masa belajar sambil bermain baru kemudian masa SMA dan kuliah adalah masa belajar dengan mementingkan penguasaan konsep dan peningkatan keilmuan untuk mengembangkan bakat dan minat pada profesi dan keilmuan tertentu.

Orang tua juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya rasa bosan sekolah pada anak. Orang tua sekarang kepingin sesuatu yang instan, sehingga sering memaksakan kehendak pada anak. Sekarang ini banyak orang tua yang mengkursuskan anak-anaknya yang masih usia TK untuk belajar membaca, bahkan ada anak usia pra sekolah yang dimasukan les membaca oleh orang tuanya. Sah-sah saja orang tua kepingin yang terbaik buat anak-anak mereka, tetapi harus diingat bahwa anak-anak itu adalah manusia yang punya rasa dan cita, bukan robot yang tak kenal rasa lelah dan bosan. Kita harus bisa mengukur dan melihat kondisi anak-anakkita, ketika mereka mulai jenuh untuk belajar maka jangan paksa mereka untuk belajar. Seringkali kita sebagai orang tua kurang cermat dalam melihat dan merasakan situasi ini. Pada saat anak kita tidak mau belajar bisa jadi itulah tanda mereka capek dan bosan belajar, apalagi jika masuk sekolah full day school, rasa bosan itu akan muncul. Sehingga sering kita sebagai orang tua mendapati anak sedang nonton TV atau main game pada saat jam-jam belajar menganggap anak kita malas belajar. Bisa jadi kondisi itu terjadi mereka sedang mengalamai kejenuhan belajar setelah seharian belajar di sekolah sehingga mereka butuh untuk mencari suasana lain. Disinilah peran orang tua untuk mengelola rasa dan semangat belajar mereka, jangan sampai mereka tertekan untuk belajar sehingga menjadi bosan belajar, tetapi juga jangan sampai anak kita menjadi malas belajar. Jadi orang tua harus mampu menjadi motivator dan manajer bagi anak-anak kita agar tidak terjebak dalam situasi bosan sekolah.

Akibat rasa bosan sekolah yang bertumpuk-tumpuk dan akut sangat membahayakan kelangsungan semangat mencari ilmu bagi anak-anak. Jika anak-anak sudah didera rasa bosa dan jenuh sekolah yang akut sejak kecil maka ketika dia memasuki masa-masa sekolah yang menuntut mereka belajar lebih serius menjadi tidak siap, dan akibatnya mereka akan banyak melakukan tindakan penyimpangan baik dalam bidang akademik maupun prilaku sosial masyarakat. Saat memasuki masa SMA dan kuliah dimana keseriusan belajar dituntut maka anak yang sudah didera rasa bosan sekolah malah berlaku sebaliknya yaitu belajar dengan main-main, dari sinilah masalah timbul. Dari hasil penelitian di lapangan salah satu penyebab kenakalan siswa SMA dan prilaku menyimpang saat kuliah muncul karena mereka jenuh belajar sehingga butuh suasana baru untuk merefres pikiran mereka, cuma jika mereka salah dalam memilih media maka disitulah masalah timbul.

Jadi kita sebagai orang tua harus bisa menghemat semangat belajar anak sejak dini, jangan sampai kita sebagai orang tua terlalu semangat untuk menjadikan pintar anak kita dengan sejak dini mengetati jadwal belajar mereka akan menyebabkan mereka “cedera otak” yang akan menimbulkan bosan belajar yang berkepanjangan. Kita sebagai orang tua harus bisa mengatur ritme belajar anak, pada saat anak itu semangat belajar maka kita sebagai orang tua harus mendukung sepenuhnya tetapi juga harus dikontrol semangat itu jangan sampai anak menjadi lelah. Ketika anak sudah lelah belajar maka tugas kita adalah membantu mereka untuk merilekkan pikiran mereka dengan media-media yang tepat. Jadi Bapak-Ibu harus bisa menjadi manajer yang baik dalam kegiatan belajar anak, sesuaikan metode belajar anak dengan usia mereka, jangan paksa mereka menggunakan metode belajar orang dewasa, anak-anak jiwanya adalah bermain, bagaiman belajar sambil bermain, dan belajar tidak melelahkan bagi mereka.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: