Oleh: noven2005 | Maret 17, 2009

GAZA : The Great Jail in the World

Riba sebagai Cara Awal Yahudi Mencaplok Tanah Palestina

Orang-orang Yahudi pada awal pertama kali datang ke tanah palestina hanya segelintir orang, yaitu terdiri dari orang-orang kaya. Pada pertama kali mereka mendirikan bank-bank dan lembaga keuangan yang memberikan kredit pinjaman secara mudah kepada para penduduk Palestina dengan bunga yang tinggi. Akibatnya pada saat orang-orang Palestina tidak mampu membayar pinjamannya maka tanah-tanah mereka disita oleh orang-orang Yahudi, maka dengan cara seperti itulah awal pertama kali orang-orang Yahudi menguasai tanah-tanah milik orang-orang Palestina. Dengan cara demikian ternyata dirasa kurang cepat bagi orang-orang Yahudi untuk menguasai tanah-tanah Palestina, maka mereka membentuk kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan terror dan pembataian untuk membumihanguskan orang-orang dengan cara gerakan genoside. Maka sejak tahun 1967 munculah peristiwa-peristiwa pembantaian missal oleh orang-orang Yahudi terhadap kampong-kampung dan desa-desa Palestina. Peristiwa pembantaian terbesar adalah peristiwa di Sabra-Satila. Pembantaian itu sungguh sangat keji diluar batas kemanusiaan. Para lelaki sebelum dibunuh disiksa lebih dahulu lalu dibakar, anak-anak kecil dimutalasi dihadapan orang tuanya, para gadis diperkosa lalu dibunuh, dan wanita-wanita hamil dikeluarkan janinnya dan dibunuh bersama ibunya. Pembantaian tersebut semakin massif semenjak negara Israel didirikan. Sehingga penyerangan dan pembantain tidak hanya dilakukan oleh negara juga dilakukan secara individu, seperti peristiwa penebakan di subuh buta di masjid Hebron, yang menewaskan 40 orang jamaah sholat subuh dilakukan oleh seorang Yahudi. Maka sejak saat itulah pembataian dan terror dilakukan oleh negara Israel dan orang-orang Yahudi, bahkan Israel mempersenjatai orang-orang Kristen untuk membantu gerakan terror dan pembataian dengan tujuan untuk menguasai tanah-tanah Palestina.

The Great Jail in The World

Hasil gerakan terror dan pembataian tersebut adalah terpisahnya orang Palestina dalam dua wilayah kecil yang berada di wilayah negara penjajah Israel yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza. Jalur Gaza luasnya hanya seluas 365 km persegi, yang dipisahkan dengan tembok-tembok Israel untuk memisahkan dengan wilayah Tepi Barat. Sedangkan perbatasan dengan Mesir juga ditutup oleh Mesir dengan perintah dari Israel. Pada saat pemboman oleh Israel dan saat perbatasan Gaza dan Mesir dibuka selama 2 minggu, maka semua orang yang akan memasuki Gaza harus mendapatkan ijin dari Israel, padahal hal itu adalah wilayah Mesir dan Otoritas Mesir. Itulah menunjukkan betapa kuatnya lobi Yahudi atas negara-negara Arab untuk melakukan isolasi terhadap orang-orang Gaza. Sedangkan wilayah laut dijaga ketat oleh tentara angkatan laut Israel, barang siapa yang melewati 3 mil dari pantai pasti akan diberondong peluru dari kapal-kapal patroli Israel. Sehingga sejak hampir 10 tahun orang-orang Gaza tidak pernah berhubungan dengan orang luar, mereka hampir 10 tahun tidak pernah tahu wajah orang asing. Harga-harga kebutuhan pokok juga harganya melangit karena semua jalan darat telah ditutup oleh Israel begitu juga dengan laut. Semua kebutuhan makanan dan komunikasi dengan dunia luar dilakukan melalui terowongan-terowongan dalam tanah yang jumlahnya ada sekitar 3000 terowongan baik ke wilayah Israel ataupun ke wilayah Mesir. Dan saat pemboman oleh Israel pada awal tahun 2009 kemarin hanya puluhan terowongan saja yang berhasil dihancurkan oleh Israel. Itulah kemudian setiap orang yang berhasil datang ke Gaza disambut dengan kata-kata ”Smile, You are in The Great Jail in The World, Gaza…”. Seluruh perbatasan Gaza dengan luar telah ditutup oleh Israel baik darat dengan tembok tebalnya dan laut dengan patroli angkatan launtnya.

Mengapa Israel Benci kepada Penduduk Gaza ?

Pada saat pertama kali Israel memberikan ijin ke otoritas Palestina untuk mengikutkan Hamas dalam pemilu saat itu maka setiap minggu Israel melakukan survey terhadap elektabilitas Hamas dimata penduduk Gaza saat ini. Berdasarkan survey yang dilakukan Israel sampai menjelang pemilu dilaksanakan menunjukkan bahwa dukungan Penduduk Gaza terhadap Hamas hanya 4%. Maka Sejas saat itulah Israel mengucurkan dana besar untuk memberikan bantuan kepada otoritas Palestina untuk melaksanakan pemilu dan mengundang seluruh pers dunia untuk menyaksikan penyelenggaraan pemilu di Palestina. Hal itu semua dilakukan karena berdasarkan survey Israel dukungan lepada Hamas hanya 4% maka jira ikut pemilu maka tamatlah riwayat organisasi Hamas tidak akan bisa bergerak lagi. Ternyata Allah membuat skenario lain, hasil pemilu menunjukkan hasil yang diluir dugaan Israel yaitu 60% suara berhasil diría oleh Hamas, maka sejak pemilu tersebut Hamas menjadi mayoritas di parlemen Palestina dan berhasil menguasai kursi Perdana Menteri yaitu menunjuk Ismail Haniya sebagai perdana menteri dari Hamas. Maka sejak peristiwa itulah Israel merasa ditipu oleh Penduduk Gaza, sehingga kemarahannya dan kebenciannya kepada penduduk Gaza semakin memuncak. Sehingga semenjak Hamas berkuasa Israel berusaha untuk menghukum penduduk Gaza karena telah mendukung Hamas, dengan mengisolasi wilayah Gaza dari dunia luar baik secara kewilayahan atau pun komunikasi. Semua perbatasan Gaza dengan dg Israel dan Mesir di tutup, semua bank yang ada didunia dilarang untuk melakukan transfer dana kepada rekening pemerintah Hamas dan bank-bank yang berada di Gaza. Maka praktis Gaza terputus dari dunia luar sehingga pemerintah Hamas kesulitan untuk mengatur perekonomian akibat gerakan isolasi oleh Israel atas Gaza. Maka kondisi itulah yang kemudian menjadikan Gaza sebagai penjara terbesar di dunia yang diciptakan oleh Israel untuk menghukum penduduk Gaza karena mendukung Hamas sehingga Hamas berkuasa di Palestina.

Peristiwa Perang Saudara Hamas – Fatah

Semenjak Hamas menang dalam pemilu Palestina yang jujur dan adil, dengan pemantaun dari dunia luar maka kemarahan dan kebencian Israel kepada Hamas semakin memuncak. Wujud kebenciannya direalisasikan dengan memberi senjata kepada orang-orang Fatah sebagai pihak yang kalah dalam pemilu Palestina. Orang-orang Fatah begitu mudanya mereka mendapatkan dan memiliki persenjataan baru, begitu juga dengan polisi-polisi yang berpihak kepada Fatah mulai melakukan perlawanan bersenjata kepada orang-orang Hamas. Maka munculnya perang saudara Hamas dan Fatah dimulai dari peristiwa pembunuhan secara kejam atas salah satu Imam masjid di Gaza yang dilakukan oleh polisi-polisi Fatah. Imam masjiid tersebut di culik, lalu ditembak kakinya, dan disiksa sampai kehabisan darah, lalu dibunuh dan manyatnya dibuang ditepi jalan. Maka peristiwa tersebut memunculkan reaksi keras dan menumbuhkan rasa benci penduduk Gaza kepada orang-orang dan polisi Fatah. Sehingga memunculkan penyerangan terhadap orang-orang Fatah oleh penduduk Gaza. Maka akhirnya pemerintah Hamas mengultimatum polisi dan orang-orang Fatah untuk menyerahkan segera semua persenjataannya dan melucuti diri. Orang-orang Fatal tidak tarima atas ultimátum tersebut akhirnya timbulah kemarahan orang-orang Fatah dan aksi kekerasan orang-orang Fatah dilatan oleh penduduk Gaza dan orang-orang Hamas. Dan akhirnya orang-orang Fatah meninggalkan wilayah Gaza menuju Tepi Barat. Maka sejak saat itulah Gaza bersih dari orang-orang Fatah, dan dikuasai oleh Hamas, sedangkan wilayah tepi barat dikuasai oleh orang-orang Fatah.

Peristiwa Pengeboman atas Gaza awal tahun 2009

Di berbagai media massa Israel mengungkapkan alasan kenapa mereka melakukan pengeboman terhadap Gaza yaitu untuk melindungi diri dari serangan Roket Hamas. Tetapi sesungguhnya serangan pengeboman tersebut merupakan wujud rasa benci dan kekesalan Israel kepada Penduduk Gaza karena telah menipu Israel melalui survey yang tidak valid dari Penduduk Gaza, karena peristiwa pemilu tersebut sangat memalukan bagi Israel di mata sekutu-sekutunya. Apalagi upayanya untuk memperalat Fatah dalam menguasai Gaza tidak berhasil menjadi Israel semakin kesal dan benci kepada Penduduk Gaza dan Hamas. Maka Israel menghukum penduduk Gaza dengan melakukan pemboman besar besaran yang menewaskan 1.300 orang penduduk Gaza. Dan Israel berdalih bahwa obyek yang dibom adalah tempat-tempat yang dijadikan Hamas untuk menyimpan senjata dan meluncurkan roket. Padahal fakta di lapangan yang menjadi obyek pemboman adalah masjid-masjid, rumah sakit, sekolah, gedung pemerintah, universitas, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti ambulan. Bahkan para tenaga medis yang tercatat terbunuh sebanyak 14 orang semuanya dibunuh dengan sengaja oleh sniper Israel. Anak-anak juga dibunuh dengan sengaja oleh para sniper, hal itu terbukti dengan banyaknya anak-anak yang terbunuh dengan peluru bersarang di kepalanya. Dan pada pemboman tersebut Israel menggunakan berbagai macam persenjataan canggih yang tidak pernah digunakan karena senjata tersebut dilarang digunakan dalam peperangan yaitu menggunakan bom fosfor putih. Para tentara Israel selalu mengadakan upacara keagamaan untuk memohon kepada setan supaya bom fosfor yang diluncurkan akan sangat menyakitkan dan menyiksa penduduk Gaza. Dan bom fosfor itu ternyata memang sangat menyakitkan dan menyiksa bagi siapa saja yang terkena. Siapa saja yang terkena bom fosfor putih tersebut akan mati terbakar, dan jika terkena percikannya maka kulitnya akan melepuh dan menimbulkan luka bakar yang dalam. Hampir semua penduduk Gaza yang meninggal karena bom fosfor tersebut akan gosong badannya. Dan hampir semua bom Israel tidak ada yang meleset, dan canggih. Untuk menghancurkan lab dan perpustakaan universitas maka Israel menggunakan bom yang dapat membakar isi perpustakaan tanpa harus menghancurkan bangunannya. Untuk menghancurkan terowongan bawah tanah maka Israel menggunakan bom yang tidak terdengar bunyinya dan akan meledak di dalam tanah setelah mencapai kedalam tertentu.Pada saat tentara Israel berhasil masuk wilayah Gaza, dan pada saat masuk dalam masjid dan menemukan Al-Qur’an maka musaf-musaf tersebut dirobek-robek serta dicorat coret dengan gambar bintang David, betapa tentara Israel itu sangat benci sekali, karena menurut mereka Al-Qur’an-lah yang menjadi orang-orang Hamas dan penduduk Gaza menjadi keras dan tidak mau tunduk kepada Israel.

Isu tentang rekonstruksi Gaza yang didengung-dengungkan negara-negara barat dan arab hanyalah isu isapan jempol untuk meredahkan kemarahan masyarkat dunia umumnya dan negara Islam khususnya. Sebab sampai saat ini Gaza masih tetap terisolasi dan menjadi penjara terbesar di dunia bagi penduduk Gaza karena mereka melawan Israel dengan mendukung perjuangan Gaza untuk melawan penjajahan Israel. Selama Gaza masih terisolasi dari dunia luar maka rekonstruksi Gaza tidak akan pernah terwujud.

Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat untuk meluruskan presepsi kita tentang Gaza. Tulisan ini saya ambil dari cerita salah satu relawan BSMI yang selama 2 minggu berada di Gaza.

Oleh: noven2005 | Februari 11, 2009

CIRI CIRI ORANG MENDAPATKAN RAHMAT ALLAH

Tidak ada satupun muslim dan manusia di dunia ini yang tidak mengharapkan rahmat Allah. Oleh karena itulah semua orang berdo’a memohon supaya rahmat Allah selalu menaungi dirinya. Tetapi apakah setiap orang akan mendapatkan rahmat Allah ? Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 218 ”

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Berdasarkan ayat tersebut Allah akan memberikan rahmat-Nya kepada orang-orang yang memiliki 3 ciri dasar layak untuk mendapatkan rahmat Allah yaitu :

1. orang-orang beriman

Iman yang dimaksud adalah iman yang benar yaitu benar dalam pemahaman dan benar dalam aplikasinya. Banyak orang yang paham tentang keimanan tetapi tidak mau mengamalkannya, akibatnya keimanannya tidak produktif karena imannya sebatas pada pemahaman dan pengetahuan semata.  Sesungguhnya iman sangat erat hubungannya dengan amal solih, yaitu amal solih merupakan wujud dan aplikasi kebenaran dari keimanan seseorang.

2. orang-orang yang berhijrah

Jika pada ciri yang pertama pada tataran ideologi dan keyakinan maka ciri yang kedua adalah pada tataran aplikasi. Orang yang akan mendapatkan rahmat Allah akan memiliki gairah dan semangat untuk meninggalkan segala macam kemaksiatan dan kemungkaran yang telah dilakukan, apalagi jika kemaksiatan dan kemungkaran itu telah menjadi tradisi dalam hidupnya maka dibutuhkan semangat untuk mentransfer dirinya dari ruang-ruang kemaksiatan dan kemungkaran ke ruang-ruang kebaikan dan kemaslahatan baik kebaikan dan kemaslahatan untuk dirinya sendiri atau pun untuk orang lain. Hijrah secara harfiah merupakan berpindah dari satu kondisi ke kondisi yang lain. Sebagaimana Rasulullah beserta para sahabat yang berhijrah dari Mekkah ke Madina yang harus mengorbankan segala yang mereka punya untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam beribadah kepada Allag. Maka seseorang akan mendapatkan rahmat Allah jika dia mau mengorbankan segala apa yang dimiliki untuk bisa mentransfer dirinya dari ruang kemaksiatan dan kemungkaran ke dalam ruang-ruang kebaikan dan kemaslahatan

3. orang-orang yang berjihad

Maksudnya adalah ada semangat untuk terlibat aktif dalam menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan kepada masyarakat, dan keterlibatan dalam menyebarkan kebaikan itu membutuhkan semangat dan mental keberanian layaknya seorang pejuang

Oleh: noven2005 | Februari 11, 2009

3 TIPS MENGHADAPI GODAAN KEIMANAN

Ada satu hal penting yang dapat dijadikan tolok ukur dan parameter keimanan kita yaitu tingkat keistiqomahan seseorang pada saat menghadapi cobaan kehidupan. Pada saat ini cobaan dan godaan serta tantangan yang sering muncul dalam diri kita adalah cobaan dan tantangan keimanan dan keyakinan kita. Yang pertama kali digoda dalam diri manusia adalah keimanan dan keyakinannya. Oleh karena itulah Allah memberikan nasehat kepada Rasulullah tentang bagaimana mengahadapi cobaan dan tantangan keimanan, karena itu diberikan kepada Rasulullah maka wajib bagi kita untuk melaksanakannya pula. Nasehat itu dituangkan dalam surah Huud ayat 112 – 113

” Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperntahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampau batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan”

Berdasarkan ayat tersebut ada 3 tips agar kita kuat dan bertahan dalam menghadapi cobaan keimanan dan keyakinan yaitu :

1. Istiqomah dalam kebenaran

Yang harus dilakukan seseorang dalam menghadapi ujian keimanan adalah tetap komitmen pada kebenaran. Dan agar mudah untuk tetap komitmen pada kebenaran maka kita memerlukan suatu masyarakat atau jamaah yang berisikan orang-orang yang komitmen pada kebenaran. Karena jika sendirian dalam komitmen pada kebenaran maka kita akan mudah goyah dan tergoda keimanan dan keyakinan kita, karena itulah dengan adanya kelompok masyarakat yang berisikan orang-orang yang komitmen pada kebenaran maka kita akan mudah dalam menghadapi cobaan dan tantangan keimanan dan keyakinan. Perlu kita sadari bahwa kemungkaran dan kemaksiatan yang ada saat ini menyerang keimanan dan keyakinan kita pun dengan cara berjama’ah sehingga kita perlu melawan kemaksiatan dan kemungkaran itu pun dengan cara berjamaah. Dan yang perlu kita pahami bahwa keistiqomahan yang dimaksud adalah keistiqomahan atas apa yang telah diperintahkan oleh Allah bukan keistiqomahan pada kemaksiatan dan kemungkaran karena banyak orang yang istiqomah tetapi istiqomahnya pada kemungkaran dan kemaksiatan

2. Tidak Melampaui Batas dalam beragama

Islam berisikan aturan-aturan yang jelas, aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah sehingga tidak bisa dikurangi atau dilebihkan. Karena itu janganlah kita bersikap seperti orang-orang yahudi yang berlebihan dan melampaui batas dalam keimanan dan keyakinannya, mereka dengan sengaja melakukan penambahan-penambahan dan pengurangan ajaran-ajaran yang telah diturunkan Allah sehingga mereka beriman sebagian isi Taurat dan mengingkari sebagian yang lain. Oleh karena itu kita mengamalkan Islam sebagaimana apa adanya seperti yang contohkan oleh Rasulullah. Allah telah memberikan pilihan-pilihan yang luas dalam syariah-Nya maka kita dapat melakukan pilihan-pilihan selama pilihan-pilihan tersebut tidak keluar dari koridor aturan Allah. Selama ini kertika seseorang menghadapi ujian dan cobaan kehidupan maka orang tersebut akan cenderung mengorbankan apa yang diyakini dari aqidah dan ideologinya

3. Tidak Cenderung pada Prilaku Orang Dholim

Allah memerintahkan kepada kita untuk tidak mendukung perilaku orang-orang dholim supaya kita terhindar dari api neraka. Kita dilarang untuk memiliki kecenderungan pada perilaku orang dholim karena kecenderungan kita pada perilaku dholim akan membuka pintu bagi kita untuk berbuat dholim. Karena itulah kita dilarang untuk mendukung dan cenderung pada perilaku  dholim supaya tertutup pintu perbuatan dholim pada saat kita menghadapi ujian keimanan dan keyakinan dalam kehidupan kita

Oleh: noven2005 | Mei 29, 2008

WASPADAI ANAK BOSAN SEKOLAH…!

salah satu bentuk protesAnak sebagaimana manusia biasa juga akan mengalami kebosanan. Cuma kadangkala mereka ada yang tidak bisa atau takut untuk mengungkapkan rasa bosannya. Jika bosan pada sesuatu biasanya mereka akan melakukan pembrontakan sebagai protes mereka. Nah dengan kondisi sekolah berserta kurikulum yang ada serta hasrat orang tua yang pingin anaknya rajin ke sekolah akan rawan menimbulkan rasa bosa bersekolah pada anak. Jika rasa bosan itu berkepanjangan maka akan menimbulkan perilaku yang menyimpang dari anak, seperti suka bolos, tidak mau belajar, bahkan ada yang melarikan diri dari sekolah. Hal itu terjadi karena dalam presepsi mereka sekolah ada “penjara” intelektual, akibatnya mereka cenderung untuk menghindari. Tetapi karena sekolah sudah dianggap sebagai suatu kewajiban maka mereka bersekolah dengan rasa terpaksa, akibatnya selama di sekolah dia banyak melakukan kelakukan menyimpang seperti suka jahil, tidak mau kerjakan PR, terlibat narkoba, dll. Jadi kita sebagai orang tua harus mewaspadai gejala bosan sekolah pada anak kita. Jika kita bisa mendeteksi sejak dini gejala ini maka kita bisa membantu mereka untuk mengatasi rasa bosan mereka yaitu dengan memberikan motivasi, dan penyegaran pikiran dengan melakukan rekreasi yang bersifat mendidik.

Rasa bosan sekolah ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu sekolah dan orang tua. Faktor sekolah biasanya menjadi penyebab rasa bosan sekolah karena kurikulum yang padat, metode penyampaian yang tidak kreatif, serta sosok guru yang lebih menjadi penguasa dan pengevaluasi daripada menjadi pembimbing dan motivator. Parahnya lagi kadangkala suasana sekolah dan belajar yang tidak sesuai dengan tahapan belajar usia mereka. Sebenarnya untuk sekolah TK sampai dengan SMP metode belajar yang tepat adalah belajar sambil bermain, karena masa usia TK sampai SMP adalah masa-masa bermain buat anak-anak. Celakanya sekolah TK, SD, dan SMP saat ini banyak memberikan beban yang berlebihan, bahkan kesibukan siswa SD hampir sama dengan mereka yang kuliah, banyaknya pekerjaan rumah dan kurikkulum serta metode belajar yang padat menjadikan anak cepat bosan belajar dan belajar menjadi beban dalam hidup mereka. Seharusnya masa TK sampai SMP adalah masa belajar sambil bermain baru kemudian masa SMA dan kuliah adalah masa belajar dengan mementingkan penguasaan konsep dan peningkatan keilmuan untuk mengembangkan bakat dan minat pada profesi dan keilmuan tertentu.

Orang tua juga bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya rasa bosan sekolah pada anak. Orang tua sekarang kepingin sesuatu yang instan, sehingga sering memaksakan kehendak pada anak. Sekarang ini banyak orang tua yang mengkursuskan anak-anaknya yang masih usia TK untuk belajar membaca, bahkan ada anak usia pra sekolah yang dimasukan les membaca oleh orang tuanya. Sah-sah saja orang tua kepingin yang terbaik buat anak-anak mereka, tetapi harus diingat bahwa anak-anak itu adalah manusia yang punya rasa dan cita, bukan robot yang tak kenal rasa lelah dan bosan. Kita harus bisa mengukur dan melihat kondisi anak-anakkita, ketika mereka mulai jenuh untuk belajar maka jangan paksa mereka untuk belajar. Seringkali kita sebagai orang tua kurang cermat dalam melihat dan merasakan situasi ini. Pada saat anak kita tidak mau belajar bisa jadi itulah tanda mereka capek dan bosan belajar, apalagi jika masuk sekolah full day school, rasa bosan itu akan muncul. Sehingga sering kita sebagai orang tua mendapati anak sedang nonton TV atau main game pada saat jam-jam belajar menganggap anak kita malas belajar. Bisa jadi kondisi itu terjadi mereka sedang mengalamai kejenuhan belajar setelah seharian belajar di sekolah sehingga mereka butuh untuk mencari suasana lain. Disinilah peran orang tua untuk mengelola rasa dan semangat belajar mereka, jangan sampai mereka tertekan untuk belajar sehingga menjadi bosan belajar, tetapi juga jangan sampai anak kita menjadi malas belajar. Jadi orang tua harus mampu menjadi motivator dan manajer bagi anak-anak kita agar tidak terjebak dalam situasi bosan sekolah.

Akibat rasa bosan sekolah yang bertumpuk-tumpuk dan akut sangat membahayakan kelangsungan semangat mencari ilmu bagi anak-anak. Jika anak-anak sudah didera rasa bosa dan jenuh sekolah yang akut sejak kecil maka ketika dia memasuki masa-masa sekolah yang menuntut mereka belajar lebih serius menjadi tidak siap, dan akibatnya mereka akan banyak melakukan tindakan penyimpangan baik dalam bidang akademik maupun prilaku sosial masyarakat. Saat memasuki masa SMA dan kuliah dimana keseriusan belajar dituntut maka anak yang sudah didera rasa bosan sekolah malah berlaku sebaliknya yaitu belajar dengan main-main, dari sinilah masalah timbul. Dari hasil penelitian di lapangan salah satu penyebab kenakalan siswa SMA dan prilaku menyimpang saat kuliah muncul karena mereka jenuh belajar sehingga butuh suasana baru untuk merefres pikiran mereka, cuma jika mereka salah dalam memilih media maka disitulah masalah timbul.

Jadi kita sebagai orang tua harus bisa menghemat semangat belajar anak sejak dini, jangan sampai kita sebagai orang tua terlalu semangat untuk menjadikan pintar anak kita dengan sejak dini mengetati jadwal belajar mereka akan menyebabkan mereka “cedera otak” yang akan menimbulkan bosan belajar yang berkepanjangan. Kita sebagai orang tua harus bisa mengatur ritme belajar anak, pada saat anak itu semangat belajar maka kita sebagai orang tua harus mendukung sepenuhnya tetapi juga harus dikontrol semangat itu jangan sampai anak menjadi lelah. Ketika anak sudah lelah belajar maka tugas kita adalah membantu mereka untuk merilekkan pikiran mereka dengan media-media yang tepat. Jadi Bapak-Ibu harus bisa menjadi manajer yang baik dalam kegiatan belajar anak, sesuaikan metode belajar anak dengan usia mereka, jangan paksa mereka menggunakan metode belajar orang dewasa, anak-anak jiwanya adalah bermain, bagaiman belajar sambil bermain, dan belajar tidak melelahkan bagi mereka.

Oleh: noven2005 | Mei 21, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori