Oleh: noven2005 | Maret 17, 2009

GAZA : The Great Jail in the World

Riba sebagai Cara Awal Yahudi Mencaplok Tanah Palestina

Orang-orang Yahudi pada awal pertama kali datang ke tanah palestina hanya segelintir orang, yaitu terdiri dari orang-orang kaya. Pada pertama kali mereka mendirikan bank-bank dan lembaga keuangan yang memberikan kredit pinjaman secara mudah kepada para penduduk Palestina dengan bunga yang tinggi. Akibatnya pada saat orang-orang Palestina tidak mampu membayar pinjamannya maka tanah-tanah mereka disita oleh orang-orang Yahudi, maka dengan cara seperti itulah awal pertama kali orang-orang Yahudi menguasai tanah-tanah milik orang-orang Palestina. Dengan cara demikian ternyata dirasa kurang cepat bagi orang-orang Yahudi untuk menguasai tanah-tanah Palestina, maka mereka membentuk kelompok-kelompok bersenjata untuk melakukan terror dan pembataian untuk membumihanguskan orang-orang dengan cara gerakan genoside. Maka sejak tahun 1967 munculah peristiwa-peristiwa pembantaian missal oleh orang-orang Yahudi terhadap kampong-kampung dan desa-desa Palestina. Peristiwa pembantaian terbesar adalah peristiwa di Sabra-Satila. Pembantaian itu sungguh sangat keji diluar batas kemanusiaan. Para lelaki sebelum dibunuh disiksa lebih dahulu lalu dibakar, anak-anak kecil dimutalasi dihadapan orang tuanya, para gadis diperkosa lalu dibunuh, dan wanita-wanita hamil dikeluarkan janinnya dan dibunuh bersama ibunya. Pembantaian tersebut semakin massif semenjak negara Israel didirikan. Sehingga penyerangan dan pembantain tidak hanya dilakukan oleh negara juga dilakukan secara individu, seperti peristiwa penebakan di subuh buta di masjid Hebron, yang menewaskan 40 orang jamaah sholat subuh dilakukan oleh seorang Yahudi. Maka sejak saat itulah pembataian dan terror dilakukan oleh negara Israel dan orang-orang Yahudi, bahkan Israel mempersenjatai orang-orang Kristen untuk membantu gerakan terror dan pembataian dengan tujuan untuk menguasai tanah-tanah Palestina.

The Great Jail in The World

Hasil gerakan terror dan pembataian tersebut adalah terpisahnya orang Palestina dalam dua wilayah kecil yang berada di wilayah negara penjajah Israel yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza. Jalur Gaza luasnya hanya seluas 365 km persegi, yang dipisahkan dengan tembok-tembok Israel untuk memisahkan dengan wilayah Tepi Barat. Sedangkan perbatasan dengan Mesir juga ditutup oleh Mesir dengan perintah dari Israel. Pada saat pemboman oleh Israel dan saat perbatasan Gaza dan Mesir dibuka selama 2 minggu, maka semua orang yang akan memasuki Gaza harus mendapatkan ijin dari Israel, padahal hal itu adalah wilayah Mesir dan Otoritas Mesir. Itulah menunjukkan betapa kuatnya lobi Yahudi atas negara-negara Arab untuk melakukan isolasi terhadap orang-orang Gaza. Sedangkan wilayah laut dijaga ketat oleh tentara angkatan laut Israel, barang siapa yang melewati 3 mil dari pantai pasti akan diberondong peluru dari kapal-kapal patroli Israel. Sehingga sejak hampir 10 tahun orang-orang Gaza tidak pernah berhubungan dengan orang luar, mereka hampir 10 tahun tidak pernah tahu wajah orang asing. Harga-harga kebutuhan pokok juga harganya melangit karena semua jalan darat telah ditutup oleh Israel begitu juga dengan laut. Semua kebutuhan makanan dan komunikasi dengan dunia luar dilakukan melalui terowongan-terowongan dalam tanah yang jumlahnya ada sekitar 3000 terowongan baik ke wilayah Israel ataupun ke wilayah Mesir. Dan saat pemboman oleh Israel pada awal tahun 2009 kemarin hanya puluhan terowongan saja yang berhasil dihancurkan oleh Israel. Itulah kemudian setiap orang yang berhasil datang ke Gaza disambut dengan kata-kata ”Smile, You are in The Great Jail in The World, Gaza…”. Seluruh perbatasan Gaza dengan luar telah ditutup oleh Israel baik darat dengan tembok tebalnya dan laut dengan patroli angkatan launtnya.

Mengapa Israel Benci kepada Penduduk Gaza ?

Pada saat pertama kali Israel memberikan ijin ke otoritas Palestina untuk mengikutkan Hamas dalam pemilu saat itu maka setiap minggu Israel melakukan survey terhadap elektabilitas Hamas dimata penduduk Gaza saat ini. Berdasarkan survey yang dilakukan Israel sampai menjelang pemilu dilaksanakan menunjukkan bahwa dukungan Penduduk Gaza terhadap Hamas hanya 4%. Maka Sejas saat itulah Israel mengucurkan dana besar untuk memberikan bantuan kepada otoritas Palestina untuk melaksanakan pemilu dan mengundang seluruh pers dunia untuk menyaksikan penyelenggaraan pemilu di Palestina. Hal itu semua dilakukan karena berdasarkan survey Israel dukungan lepada Hamas hanya 4% maka jira ikut pemilu maka tamatlah riwayat organisasi Hamas tidak akan bisa bergerak lagi. Ternyata Allah membuat skenario lain, hasil pemilu menunjukkan hasil yang diluir dugaan Israel yaitu 60% suara berhasil diría oleh Hamas, maka sejak pemilu tersebut Hamas menjadi mayoritas di parlemen Palestina dan berhasil menguasai kursi Perdana Menteri yaitu menunjuk Ismail Haniya sebagai perdana menteri dari Hamas. Maka sejak peristiwa itulah Israel merasa ditipu oleh Penduduk Gaza, sehingga kemarahannya dan kebenciannya kepada penduduk Gaza semakin memuncak. Sehingga semenjak Hamas berkuasa Israel berusaha untuk menghukum penduduk Gaza karena telah mendukung Hamas, dengan mengisolasi wilayah Gaza dari dunia luar baik secara kewilayahan atau pun komunikasi. Semua perbatasan Gaza dengan dg Israel dan Mesir di tutup, semua bank yang ada didunia dilarang untuk melakukan transfer dana kepada rekening pemerintah Hamas dan bank-bank yang berada di Gaza. Maka praktis Gaza terputus dari dunia luar sehingga pemerintah Hamas kesulitan untuk mengatur perekonomian akibat gerakan isolasi oleh Israel atas Gaza. Maka kondisi itulah yang kemudian menjadikan Gaza sebagai penjara terbesar di dunia yang diciptakan oleh Israel untuk menghukum penduduk Gaza karena mendukung Hamas sehingga Hamas berkuasa di Palestina.

Peristiwa Perang Saudara Hamas – Fatah

Semenjak Hamas menang dalam pemilu Palestina yang jujur dan adil, dengan pemantaun dari dunia luar maka kemarahan dan kebencian Israel kepada Hamas semakin memuncak. Wujud kebenciannya direalisasikan dengan memberi senjata kepada orang-orang Fatah sebagai pihak yang kalah dalam pemilu Palestina. Orang-orang Fatah begitu mudanya mereka mendapatkan dan memiliki persenjataan baru, begitu juga dengan polisi-polisi yang berpihak kepada Fatah mulai melakukan perlawanan bersenjata kepada orang-orang Hamas. Maka munculnya perang saudara Hamas dan Fatah dimulai dari peristiwa pembunuhan secara kejam atas salah satu Imam masjid di Gaza yang dilakukan oleh polisi-polisi Fatah. Imam masjiid tersebut di culik, lalu ditembak kakinya, dan disiksa sampai kehabisan darah, lalu dibunuh dan manyatnya dibuang ditepi jalan. Maka peristiwa tersebut memunculkan reaksi keras dan menumbuhkan rasa benci penduduk Gaza kepada orang-orang dan polisi Fatah. Sehingga memunculkan penyerangan terhadap orang-orang Fatah oleh penduduk Gaza. Maka akhirnya pemerintah Hamas mengultimatum polisi dan orang-orang Fatah untuk menyerahkan segera semua persenjataannya dan melucuti diri. Orang-orang Fatal tidak tarima atas ultimátum tersebut akhirnya timbulah kemarahan orang-orang Fatah dan aksi kekerasan orang-orang Fatah dilatan oleh penduduk Gaza dan orang-orang Hamas. Dan akhirnya orang-orang Fatah meninggalkan wilayah Gaza menuju Tepi Barat. Maka sejak saat itulah Gaza bersih dari orang-orang Fatah, dan dikuasai oleh Hamas, sedangkan wilayah tepi barat dikuasai oleh orang-orang Fatah.

Peristiwa Pengeboman atas Gaza awal tahun 2009

Di berbagai media massa Israel mengungkapkan alasan kenapa mereka melakukan pengeboman terhadap Gaza yaitu untuk melindungi diri dari serangan Roket Hamas. Tetapi sesungguhnya serangan pengeboman tersebut merupakan wujud rasa benci dan kekesalan Israel kepada Penduduk Gaza karena telah menipu Israel melalui survey yang tidak valid dari Penduduk Gaza, karena peristiwa pemilu tersebut sangat memalukan bagi Israel di mata sekutu-sekutunya. Apalagi upayanya untuk memperalat Fatah dalam menguasai Gaza tidak berhasil menjadi Israel semakin kesal dan benci kepada Penduduk Gaza dan Hamas. Maka Israel menghukum penduduk Gaza dengan melakukan pemboman besar besaran yang menewaskan 1.300 orang penduduk Gaza. Dan Israel berdalih bahwa obyek yang dibom adalah tempat-tempat yang dijadikan Hamas untuk menyimpan senjata dan meluncurkan roket. Padahal fakta di lapangan yang menjadi obyek pemboman adalah masjid-masjid, rumah sakit, sekolah, gedung pemerintah, universitas, dan fasilitas-fasilitas umum lainnya seperti ambulan. Bahkan para tenaga medis yang tercatat terbunuh sebanyak 14 orang semuanya dibunuh dengan sengaja oleh sniper Israel. Anak-anak juga dibunuh dengan sengaja oleh para sniper, hal itu terbukti dengan banyaknya anak-anak yang terbunuh dengan peluru bersarang di kepalanya. Dan pada pemboman tersebut Israel menggunakan berbagai macam persenjataan canggih yang tidak pernah digunakan karena senjata tersebut dilarang digunakan dalam peperangan yaitu menggunakan bom fosfor putih. Para tentara Israel selalu mengadakan upacara keagamaan untuk memohon kepada setan supaya bom fosfor yang diluncurkan akan sangat menyakitkan dan menyiksa penduduk Gaza. Dan bom fosfor itu ternyata memang sangat menyakitkan dan menyiksa bagi siapa saja yang terkena. Siapa saja yang terkena bom fosfor putih tersebut akan mati terbakar, dan jika terkena percikannya maka kulitnya akan melepuh dan menimbulkan luka bakar yang dalam. Hampir semua penduduk Gaza yang meninggal karena bom fosfor tersebut akan gosong badannya. Dan hampir semua bom Israel tidak ada yang meleset, dan canggih. Untuk menghancurkan lab dan perpustakaan universitas maka Israel menggunakan bom yang dapat membakar isi perpustakaan tanpa harus menghancurkan bangunannya. Untuk menghancurkan terowongan bawah tanah maka Israel menggunakan bom yang tidak terdengar bunyinya dan akan meledak di dalam tanah setelah mencapai kedalam tertentu.Pada saat tentara Israel berhasil masuk wilayah Gaza, dan pada saat masuk dalam masjid dan menemukan Al-Qur’an maka musaf-musaf tersebut dirobek-robek serta dicorat coret dengan gambar bintang David, betapa tentara Israel itu sangat benci sekali, karena menurut mereka Al-Qur’an-lah yang menjadi orang-orang Hamas dan penduduk Gaza menjadi keras dan tidak mau tunduk kepada Israel.

Isu tentang rekonstruksi Gaza yang didengung-dengungkan negara-negara barat dan arab hanyalah isu isapan jempol untuk meredahkan kemarahan masyarkat dunia umumnya dan negara Islam khususnya. Sebab sampai saat ini Gaza masih tetap terisolasi dan menjadi penjara terbesar di dunia bagi penduduk Gaza karena mereka melawan Israel dengan mendukung perjuangan Gaza untuk melawan penjajahan Israel. Selama Gaza masih terisolasi dari dunia luar maka rekonstruksi Gaza tidak akan pernah terwujud.

Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat untuk meluruskan presepsi kita tentang Gaza. Tulisan ini saya ambil dari cerita salah satu relawan BSMI yang selama 2 minggu berada di Gaza.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: